Thursday, December 22, 2011




Satu Noktah

Angin menderu selembut hati merintih 
aku laungkan kata hiba bertitip sulaman airmata
bisakah kau melihat basah linangan air mataku ?
atau hatimu tidak lagi bisa membuka matanya

Terlalu tinggi kesakitan yang aku alami
terlalu dalam luka yang aku ubati
terlalu jauh perjalanan kaki
calar , luka , berdarah , bengkak 
apa kau ambil endah semua ?

Katakanlah padaku kau hanya mimpi hitam
tolonglah hindarkan dirimu
sejarah semalam itu membangkit usia lamaku
bercerita lama umpama menambah derita

Aku kejar satu noktah yang hilang
aku ingin kembalikan noktah itu
aku ingin binasakan derita ini dengan noktah itu
kemana harus aku cari satu noktah

Kemana lagi
yang pasti aku sendiri

Khairulazwadi
22 / 12 / 2011

1 kRiTiK DiSiNi:

Ilya Maisara said...

Noktah itu adalah pasti

tersusun indah
teranyam rapi
teradun sebati
terpatri kukuh bagai ikatan tersimpul mati
itu yang pasti

oleh Dia.. Sang Pencipta Abadi
buat engkau, aku dan dia
takdir Ilahi yang hakiki
ku menanti
pasti
noktah nan abadi